Tuesday, 12 November 2013

You and Father

07:44 0 Comments
The 2nd of October 2013, your father has gone. He leaves not only you and the people who love him but also the pain. He has gone, leaves a thousand stories about sadness and happiness.

Today, it has been 40 days already and i know that the pain remains the same. I can feel it. I can feel how much he mean to you, how hard this situation, how deep this sadness, and this is the worst feeling that you have.

You cannot change what has gone but i believe that you can be the best son to your father. Your father will be proud that one day his son will follow his example and of his advice. You will be a success man with your father spirit. Then your father will be happy and smile in the heaven. Aamiin

Today is Father's day and i wish that you can feel your father beside you to support his son.

Monday, 28 October 2013

Awal Kamu dan Aku

06:06 3 Comments
23 September 2012, ingat? Malam itu kita bertemu di rumah salah satu teman kamu. Saat itu entah suasananya, kamunya atau malah aku yang kaku dengan pertemuan pertama kita itu karna sebelumnya kita “dicomblangi” oleh teman-temanku yang tidak lain adalah teman sd kamu.

Saat pertemuan pertama kita dibiarkan berduaan di ruang tamu oleh para “mak comblang” itu sementara mereka asik bermain kartu di teras depan. Then to break the ice, kamu dengan telapak tangan yang agak dingin memberanikan diri bersalaman denganku, menjabat tanganku. Kamu bilang kamu lagi flu makanya tanganmu dingin. Di saat itu kamu menunjukkan kalau kamu sedang gugup dengan pertemuan kita itu. Lucu sekali. Namun saat berduaan itu tak berlangsung lama karna kita malah jadi tambah gugup tanpa bahan obrolan. Akhirnya kamu mengajak deal untuk bergabung dengan para “mak comblang” itu.

Dua jam berlalu. Beberapa permainan sudah dimainkan mulai dari bermain kartu, sulap, cerita tentang keseharian, teka-teki sampai cerita anekdot namun kamu dan aku masih diam-diam malu.

Hingga tiba saat aku ingin pulang dan kamu menawarkan diri mengantar ku. Awalnya aku menolak karna jarak ke rumahku yang cukup jauh. Namun kamu tak goyah, akhirnya ku terima tawaranmu itu. Di atas Supra yang kamu kendarai perlahan the ice mulai mencair karna membahas satu orang di masa laluku.

Kak Lukman. Yah, dia guru mengajiku semasa aku kecil dan belajar mengaji di TPA yang ternyata dekat dengan rumahmu. Yang ternyata kamu kenal dengan beliau. Yang akhirnya mencairkan kegugupan diantara kita dan kita mulai akrab dan berbicara banyak.

Hingga pada saat kita hampir sampai rumahku, kamu mengatakan sesuatu yang mencairkan hatiku. Lebih dari mencairkan kegugupan yang sedari tadi menyeruak di antara kita. Mengatakan sesuatu layaknya mantra simsalabim yang membuatku kagum. Kamu mengatakan “kamu nakal yah? Heheh” sesaat setelah aku menjahilimu yang menunjukkan keapaadaannya dirimu. Kamu menunjukkan kamu yang asli tanpa sesuatu yang kamu buat-buat ataupun pencitraan seperti kebanyakan laki-laki lain demi menarik perhatian lawan jenisnya. Inilah yang membuatku menerimamu menjadi partnerku pada 30 September 2012, seminggu setelah pertemuan kita itu. Kamu apa adanya. Dari dulu hingga detik ini. Kamu yang aku cintai yang selalu membuatku takjub dengan kejutan-kejutan karaktermu yang mengagumkan.